Barcelona Terkapar di Markas Paris Saint-Germain

Liga Champions kembali bergulir pada tengah pekan lalu dan memasuki babak 16 besar. Salah satu laga yang tersaji pada fase gugur perdelapan final tersebut yakni pertandingan antara Paris Saint-Germain melawan Barcelona, yang dihelat di Stadion Parc des Princes, Paris pada hari Rabu tanggal 15 Februari 2017 lalu.

Paris Saint Germain vs Barcelona
Barcelona terkapar di markas Paris Saint Germain pada leg pertama Liga Champions

Laga yang dihadiri para supporter kedua klub sebanyak 46484 penonton tersebut, berakhir dengan kedudukan 4-0 untuk keunggulan tim tuan rumah. Tentu hasil tersebut diluar prediksi banyak kalangan pengamat sepakbola. Lantaran, berdasarkan catatan pertemuan kedua klub, tim Catalan lebih unggul. Inilah dunia sepakbola, tim yang diunggulkan belum tentu menang.

Kemenangan dengan skor 4-0 itu, membuat Les Parisiens satu langkah ke fase perempat final UCL. Pasalnya, El Barca harus mencetak 5-0 pada leg kedua yang dilangsungkan di Estadio Camp Nou dua pekan mendatang, atau setidaknya menyamai agregat dengan melesakkan empat gol tanpa balas, agar berlanjut ke babak tambahan waktu.

Akan tetapi, menurut berdasarkan catatan kejuaraan antar klub di Eropa sejak berubah format menjadi Liga Champions, belum ada satupun tim yang mampu lolos ke babak berikutnya, setelah menelan kekalahan dengan defisit empat gol pada leg pertama.

Jalannya Pertandingan Paris Saint-Germain vs Barcelona

Pertandingan leg pertama yang berlangsung di Stadion Stadion Parc des Princes pada hari Rabu dinihari lalu, berjalan dengan sangat ketat dan menarik sejak wasit membunyikan peluit tanda permainan dimulai. Bermain di depan para pendukungnya sendiri, tim asuhan Unai Emery berinisiatif langsung menekan lini pertahanan tim tamu.

Sejumlah peluang emas mampu tercipta, namun belum dapat dimaksimalkan dengan baik. Hingga akhirnya di menit ke 18, Angel di Maria sukses memecah kebuntuan melalui tendangan bebas di depan muka gawang lawan, setelah sebelumnya Julian Draxler terpaksa dilanggar. Freekick Di Maria tidak mampu diantisipasi dengan baik oleh kiper Marc-Andre ter Stegen.

Tertinggal satu gol membuat permainan Barcelona, namun transisi baik yang diterapkan oleh tim tuan rumah terbukti lebih mampu merepotkan lini pertahanan El Barca. Alhasil, justru gawang ter Stegen harus kembali kebobolan berkat umpan terobosan Marco Verrati yang diarahkan ke Draxler. Mantan pemain Wolfsburg tersebut dengan mudah menaklukkan penjaga gawang asal Jerman. Skor 2-0 menutup paruh pertama.

Memasuki babak kedua, tempo permainan tidak berubah, tim tuan rumah yang bermain dengan dukungan penuh para fans, terus menekan lini pertahanan lawan. Blaugrana terlihat kesulitan untuk mengembangkan permainan. Sepuluh menit berselang, gol ketiga Les Parisien kembali tercipta melalui tendangan melengkung indah dari kaki di Maria.

Kendati sudah unggul 3-0, tidak membuat pelatih Unai Emery menurunkan tekanan, dan memasukkan Lucas Moura untuk menggantikan pencetak dua gol, di Maria pada menit ke-61. Jenderal lini tengah PSG Verrati juga ditarik keluar, guna memberikan kesempatan kepada pemain muda bernama Christopher Nkunku.

Meskipun dua pemain inti ditarik keluar, namun tempo permainan tuan rumah tetap sama. Dan kembali mampu melebarkan jarak menjadi 4-0, setelah Edinson Cavani berhasil memaksimalkan dengan sempurna umpan dari fullback kanan Thomas Meunier. Barcelona mencoba untuk mencetak gol melalui trio MSN (Messi, Suarez dan Neymar), namun ketiga tidak mampu melesakkan satu tendangan ke arah gawang. Papan skor tidak berubah untuk keunggulan Paris Saint-Germain.

Unai Emery: Leg Pertama Sempurna

Kemenangan 4-0 Paris Saint-Germain atas Barcelona pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions tengah pekan lalu, membuat sang manajer Unai Emery merasa senang dan berharap timnya mampu tampil serupa pada leg kedua mendatang.

Unai Emery
Unai Emery berharap performa tim pada leg kedua sama seperti yang ditampilkan di leg pertama

“Kemenangan pada leg pertama ini sangatlah sempurna. Namun tentu, kami harus tetap berjuang dengan tempo yang sama pada leg kedua nanti. Hingga pada akhirnya kita benar-benar mampu menyingkirkan mereka (Barcelona),” ujar mantan pelatih Sevilla.